PARTUS LAMA

KASUS

Nyonya Ngatminem usia 26 tahun , P2002, pasca seksio sesar 6 jam yang lalu a/i “secondary arrest” pada pembukaan 6 cm et causa kelainan presentasi.

Pasien MKB 12 Januari 2012 pukul 22.00 dikirim oleh bidan dengan G2P1001 hamil 39 minggu , dengan diagnosa pengiriman : partus tak maju  dimana setelah dilakukan observasi 4 jam tidak terdapat kemajuan persalinan dan tetap pada pembukaan 6 cm.

Evaluasi kontraksi uterus selama 4 jam di RS, frekuensi  3 – 4 kali dalam 10 menit , masing-masing kontraksi 50 – 60 detik , fundal dominan.

PARTUS LAMA

Kemajuan proses persalinan dinilai berdasarkan kurve Friedman :

Persalinan Kala I :

Dikenal 2 fase :

  1. FASE LATEN
  2. FASE AKTIF

FASE LATEN

  • Dilatasi servik < 4 cm
  • Kontraksi uterus sudah teratur
  • Kemajuan fase laten normal :
  • Nulipara :
  • Durasi rata-rata 8.6 jam
  • Durasi maksimum 20 jam
  • Multipara      :
  • Durasi maksimum normal 14 jam
  • Penatalaksanaan :
  1. Sedapat mungkin hindari perawatan di rumah sakit untuk kasus persalinan fase laten
  2. Rehidrasi maksimum
  3. Tirah baring
  4. Lingkungan perawatan yang mendukung
  5. Pertimbangkan pemberian obat sedasi dan analgesik

FASE AKTIF

  • Dilatasi servik > 4 cm
  • Kontraksi uterus semakin teratur dan adekuat
  • Kemajuan yang normal :
  • Nulipara :
    • Dilatasi servik > 1.2 cm per jam
    • Desensus bagian terendah janin > 2 cm per jam
  • Multipara :
    • Dilatasi servik > 1.5 cm per jam
    • Desensus bagian terendah janin > 2 cm per jam
  • Penatalaksanaan :
  • Evaluasi penyebab ( 3P’s power – passage and passengers )
  • Pertimbangkan penatalaksanaan persalinan aktif
  • Pertimbangkan amniotomi

Kriteria Gangguan persalinan Kala I fase AKTIF :

  1. Dibuat berdasarkan KURVE FRIEDMAN
  2. “Protracted Labor” (dilatasi dan desensus berlangsung lebih lambat dari normal)
  • Kala I fase aktif : dilatasi servik > 4 cm dan kontraksi uterus adekuat dan teratur
  • Nulipara:
    • Dilatasi servik < 1 cm per jam
    • Desensus < 1 cm per jam
  • Multipara :
    • Dilatasi servik < 1.5 cm per jam
    • Desensus < 2 cm per jam

3. “Arrested labor” (tidak terjadi kemajuan proses persalinan)

  • Persalinan aktif tanpa kemajuan desensus dalam waktu 1 jam
  • Persalinan aktif tanpa kemajuan dilatasi servik dalam waktu 2 jam
  1. Faktor resiko
  1. Obesitas pada nulipara
  2. Resiko SC meningkat
  3. Penurunan kecepatan dilatasi servik
  4. Meningkatakan lama persalinan
  1. Etiologi
    1. Pertimbangkan Makrosomia
      1. Diabetes Gestational
      2. Pertambahan berat badan selama kehamilan berlebihan
      3. Ibu hamil sudah “tua”
      4. Multipara
    2. Pertimbangkan Disporporsi sepalopelvik –  Cephalopelvic Disproportion (CPD)
      1. Diameter Antero Posterior  Pintu Atas Panggul <10 cm
      2. Distansia Interspinarum  panggul tengah <9 cm
      3. Distansia intertuberalis Pintu bawah panggul <8 cm
    3. Pertimbangkan Kelainan presentasi janin
      1. Oposisio Osipitalis Posterior Persisten (pertimbangkan rotasi manual)
  2. Evaluasi :
    1. Pastikan pasien berada di Fase persalinan aktif
      1. Dilatasi servik miminal 4 cm dan
      2. Kontrasi uterus adekuat
    2. Konfirmasi dilatasi servik
      1. Bila sudah lengkap (10 cm) maka tidak ada bibir depan servik
      2. Periksa keadaan servik setiap 2 jam bil;a sela[ut ketuban masih utuh.
      3. Singkirkan kemungkinan kelainan posisi atau kelainan putar paksi dalam (misal. Posisio Oksipitalis Posterior)
    3. Konfirmasi Presentasi Janin
      1. Vaginal toucher
      2. Pertimbangkan pemeriksaan Ultrasonografi  untuk memastikan Letak Janin
    4. Kosongkan Kandung Kemih (perimbangkan untuk melakukan kateterisasi)
    5. Periksa status keseimbangan cairan dan elektrolit ibu
    6. Pertimbangkan untuk memperkuat POWER (daya meneran atau kontraksi uterus:
    7. Periksa kurver persalinan (partograph)
  3. Penatalakasanaan :

Lihat  Penatalaksanaan Persalinan Secara Aktif

  1. Pencegahan :

Lihat Pencegahan Distosia

About Bambang Widjanarko

Obstetrician and Gynecologist ; Staf pengajar di Fakultas Kedokteran & Kesehatan UMJ ; Kepala Departemen Obstetri Ginekologi FKK UMJ ; Ahli Kebidanan & Ilmu Penyakit Kandungan di RS Islam Jakarta Utara.

Posted on 14/05/2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: