PLASENTA PREVIA

PLASENTA PREVIA

Nyonya MARIAM , G2P1001, 23 tahun di rawat di Bangsal Maternitas dengan diagnosa PLASENTA PREVIA

Pada kehamilan 22 minggu, terjadi perdarahan per vaginam berupa bercak perdarahan [spotting] dan hasil pemeriksaan USG : plasenta previa marginalis. Saat itu pasien dirawat di RS untuk observasi dan kemudian perdarahan berhenti. Pasien dipulangkan dengan advis.

Sampai kehamilan minggu ke 28, tidak terjadi apa-apa.

Pada minggu ke 28, terjadi perdarahan kembali dan hasil ultrasonografi menunjukkan adanya PLASENTA PREVIA MARGINALIS dengan servik yang panjangdan tertutup. Pasien kembali dirawat di RS untuk observasi dan pemberian BETAMETASON untuk maturasi paru selama 2 hari dan dipulangkan setelah perdarahan berhenti selama 48 jam..

Pada kehamilan 33 minggu lebih 2 hari, terjadi kembali bercak perdarahan dan pasien kembali di rawat di RS. Tidak diberikan BETAMETASON ulangan.

Dalam keadaan normal, implantasi plasenta terjadi di bagian uterus yang jauh dari servik (fundus uteri) , kadang-kadang oleh karena sesuatu dan lain hal maka, plasenta berimplantasi di dekat servik [pada segmen bawah rahim] dan keadaan ini disebut PLASENTA PREVIA.

KLASIFIKASI PLASENTA PREVIA

  • Plasenta Previa Totalis [sentralis – komplet]

            Plasenta menutup seluruh ostium uteri internumi

  • Plasenta Previa Lateralis [parsialis]

            Plasenta menutup sebagian ositium uteri internum

  • Plasenta Previa Marginalis

            Tepi plasenta berada di tepi ositium uteri internum

  • Plasenta Letak Rendah [“low lying placentae”]

            Plasenta berada di segmen bawah rahim dan jauh dari ostium uteri internum.

 

Secara klinis, pasien yang datang dengan perdarahan tanpa rasa nyeri pada kehamilan lebih dari 20 mingggu biasanya ringan. Keadaan ini kontras dengan kasus perdarahan antepartum akibat SOLUSIO PLASENTA

Pada plasenta previa perdarahan bersifat berulang dan perdarahan awal seringkali bersifat ringan namun episode perdarahan berikutnya semakin lama semakin banyak dan membahayakan ibu dan anak.

Jangan pernah melakukan pemeriksaan vaginal ataupun rektal pada perdarahan antepartum sebelum kemungkinan plasenta previa disingkirkan.

FAKTOR RESIKO :

  • Paritas tinggi
  • Usia “tua”
  • Riwayat seksio sesar
  • Riwayat pembedahan uterus
  • Kelainan anatomis uterus
  • Penyalahgunaan obat [cocain dan derivatnya]
  • Merokok
  • Uterine malformations

Pada kasus ini tidak ditemukan adanya faktor resiko.

Pada kehamilan lanjut, dugaan plasenta previa semakin kuat bila bagian terendah janin masih belum masuk pintu atas panggul (3/5 – 4/5 atau 5/5) apalagi bila disertai dengan kelainan letak (presentasi sungsang atau lintang)

Terapi plasenta previa secara elektif adalah seksio sesar pada kehamilan diatas 36 minggu dengan paru janin yang sudah matang (akselerasi maturasi paru dapat melalui pemberian BETAMETASON 2 x 12 mg / 24 jam i.m selama 2 hari .

Seringkali Seksio Sesar harus dilakukan dalam keadaan gawat darurat (cito) karena perdarahan yang masif atau gawat janin dan kehamilan masih prematur.

 

 

 

 

 

About Bambang Widjanarko

Obstetrician and Gynecologist ; Staf pengajar di Fakultas Kedokteran & Kesehatan UMJ ; Kepala Departemen Obstetri Ginekologi FKK UMJ ; Ahli Kebidanan & Ilmu Penyakit Kandungan di RS Islam Jakarta Utara.

Posted on 04/05/2012, in Jadwal Harian, Perdarahan Antepartum, Visite Pagi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: