DESELERASI LAMBAT

DESELERASI BERKALA  

  • POLA EPISODIK : tidak berkaitan dengan kontraksi uterus
  • POLA PERIODIK :  berkaitan dengan kontraksi uterus
  • Deselerasi Dini (early deceleration) dan Lambat (late deceleration) kecuali pada “supine hypotension
  • Deselerasi Variabel

Kuantisasi dengan kedalaman nadir DETAK PER MENIT dibawah nilai dasar. Kuantisasi durasi dalam menit dan detik sejak dari awal sampai akhir deselerasi (kuantisasi akselerasi diperhitungkan dengan cara yang sama.

TIPE DESELERASI DIBEDAKAN BERDASARKAN BENTUK GELOMBANG

  • Penurunan Gradual , penurunan dan kembali ke nilai dasar dengan perhitungan waktu sejak onset deselerasi sampai nadir  ≥ 30 detik .

Subklasifikasi selanjutnya berdasarkan dengan hubungannya dengan kontraksi uterus..

  • Penurunan Mendadak , penurunan Frekuensi Detak Jantung Janin ≥ 15 dpm dengan perhitungan waktu sejak onset deselerasi sampai nadir < 30 detik

 

 

  • DESELERASI BERULANG (variabel – dini atau lambat): deselerasi terjadi ≥ 50 kontraksi uterus dalam segmen pemeriksaan selama 20 menit.
  • DESELERASI BERKEPANJANGAN: Penurunan frekuensi DJJ ≥ 15 dpm yang dihitung dari nilai dasar yang bari ditentukan. Deselerasi berlangsung ≥ 2 menit namun <   10 menit.
  • ETIOLOGI :
  • Hipotensi maternal,
  • Hiperaktivititas uterus
  • Prolap talipusat,
  • Kompresi talipusat
  • Solusio plasenta
  • Artefekt (maternal heart rate) ,
  • Kejang pada ibu
  • Kompresi talipusat sering merupakan penyebab deseleras berkepajgan, maka pada kasus deselerasi berkepanjangan harusdilakukan vaginal toucher untuk menyingkirkan kemungkinan adanya prolapsus talipusat atau desensus kepala yang terlampau cepat.

 

PENATALAKSANAAN DESELERASI LAMBAT :

  • Pasien berbaring miring
  • Hentkan oksitosin
  • Koreksi hipotensi
  • Rehidrasi IntraVena
  • Bila terjadi pada TAKISISTOLE : berikan terbutalin 0.25 mg s.c
  • Berikan O2 dalam sungkup
  • Bila DESELERASI LAMBAT persisten lebih dari 30 menit , lakukan pemeriksaan pH kulit kepala janin
  • Bila pH > 7.25 : keadaan baik-baik saja
  • Bila pH 7.2 – 7.25 : ulangi pemeriksaan 30 menit kemudian
  • Bila pH < 7.2 : akhiri persalinan
  • Observasi pada deselerasi lambat berulang tanpa variabilitas : akhiri persalinan, kecuali bila hal tersebut diakibatkan oleh kondisi maternal yang reversibel seperti ketoasidosis diabetikum , pneumonia dengan hipoksemia

About Bambang Widjanarko

Obstetrician and Gynecologist ; Staf pengajar di Fakultas Kedokteran & Kesehatan UMJ ; Kepala Departemen Obstetri Ginekologi FKK UMJ ; Ahli Kebidanan & Ilmu Penyakit Kandungan di RS Islam Jakarta Utara.

Posted on 04/05/2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: