PEMERIKSAAN GINEKOLOGI

Video Pemeriksaan Ginekologi_5 menit

WMV

PEMERIKSAAN GINEKOLOGI

Posisi bokong pasien di tepi meja pemeriksaan. Letakkan kaki pada penyangga, sendi lutut sedikit ekstensi dan relaksasi paha kearah luar. Atur ketinggian pasien agar pemeriksaan mudah dilakukan dan pasien merasa nyaman.

Gunakan cahaya terang namun tak menyilaukan untuk melakukan inspeksi vulva – vagina dan servik. Atur fokus pencahayaan agar mengarah ke vulva.

Gunakan sarung tangan

Saudara duduk di depan pasien – atur kain penutup sedemikian rupa sehingga saudara dapat melakukan “kontak mata” dengan pasien dan memperhatikan ekspresi pasien.

Pisahkan labia untuk mengamati adanya lesi permukaan – warna – pembengkakan.

Perhatikan di rambut pubis, mungkin ditemukan parasit pengganggu

Perhatikan adanya lesi berbentuk “cauliflower” yang dapat ditemukan pada pasien condyloma acuminata.

Penggunaan alat pembesar (kaca pembesar atau kolposkop) diperlukan pada pasien dengan keluhan pada vulva dan diagnosis tidak jelas.

Perhatikan adanya lesi ulseratif pada pelipatan kulit yang sering ditemukan pada infeksi HSV- herpes simplex virus. Perhatikan adanya lesi periklitoral dengan menyisihkan preputium clitoridis.

Perhatikan karunkula himenalis (sisa cincin himen) , perhatikan warnanya (kemerahan dibalik cincin himen merupakan indikasi adanya vestibulitis vulva.

Kelenjar periurethral ( kelenjar Skene’s) memiliki saluran yang bermuara di permukaan disamping MUE-meatus urethra eksternus. Adanya cairan seperti nanah yang keluar dari MUE mengindikasikan infeksi Gonorrhoe atau Chlamydia

Palpasi labia major untuk mencari kemungkinan adanya hernia yang keluar melalui Canal of Nuck. Lakukan palpasi pada bagian tengah dan bawah dari labia major untuk mencari kemungkinan adanya kista Kelenjar Bartholine.

Pemeriksaan INSPEKULO :

  • Hangatkan spekulum dengan air hangat
  • Pisahkan labia dengan telunjuk tangan kiri saat memasukkan spekulum dengan tangan kanan kedalam vagina.
  • Masukkan spekulum dalam keadaan tertutup setengah miring (450) dan setelah melewati introitus vagina rotasikan spekulum melawan arah jarum jam agar berada dalam posisi normal.
  • Labia, terutama labia minor sangat sensitif terhadap regangan atau jepitan. Perhatikan hal ini saat memasukkan spekulum.
  • Saudara bisa minta pasien untuk sedikit “meneran” saat melakukan insersi spekulum.
  • Saat ujung spekulum sudah menyentuh daerah fornix posterior, spekulum dapat dibuka agar dapat terlihat portio.
    • Bila ada indikasi : lakukan pengambilan Pap Smear dan Kultur.
    • Perhatikan keadaan servik – ostium uteri eksternum
    • Perhatikan mukosa vagina
  • Keluarkan spekulum dalam keadaan tertutup dan dengan cara seperti saat insersi.

Hasil pemeriksaan inspeksi yang normal:

  • Genitalia eksterna terlihat normal, tidak terdapat pembesaran kelenjar BARTHOLINE atau SKENE
  • MAE dalam keadaan normal dan tidak terlihat adanya sekrete yang keluar
  • Vagina bersih dan tidak terlihat lesi atau cairan keluar
  • Portio terlihat halus dan tidak terlihat adanya lesi pada servik atau cairan yang keluar dari ostium uteri eksternum

Pemeriksaan BIMANUAL : tangan kiri di abdomen bagian bawah dan tangan kanan (jari telunjuk dan tengah) dalam vagina.

  • Dapat dilakukan dengan menggunakan satu atau dua jari
  • Dengan dua jari pemeriksaan dapat mencapai tempat yang lebih dalam namun dirasakan kurang nyaman bagi pasien
  • Lakukan pemeriksaan pada uterus dan adneksa:
    • Tidak ada nyeri goyang pada servik
    • Ukuran uterus
    • Keadaan adneksa dan parametrium (tidak teraba tumor dan parametrium tidak kaku/keras)
    • Mobilitas organ pelvik (tidak ada perlekatan)
  • Dengan telapak tangan kanan menghadap keatas, lakukan pemeriksaan terhadap saluran urethra dan kandung kemih (rasa nyeri mengindikasikan adanya urethritis / sistitis)
  • Pada kondisi tertentu dapat dilakukan pemeriksaan rectovaginal (melihat keadaan septum rectovagina dan ligamentum sakrouterina)
  • Pemeriksaan rektal : perhatikan adanya darah di sarung tangan

About Bambang Widjanarko

Obstetrician and Gynecologist ; Staf pengajar di Fakultas Kedokteran & Kesehatan UMJ ; Kepala Departemen Obstetri Ginekologi FKK UMJ ; Ahli Kebidanan & Ilmu Penyakit Kandungan di RS Islam Jakarta Utara.

Posted on 02/05/2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: