DESELERASI VARIABEL

DESELERASI VARIABEL

Deselerasi Variabel :

–          Penurunan frekuensi DJJ akut  dan cepat (“down slope”)

–          Fase rekoveri variabel

Terdapat variabel dalam hal durasi, intensitas dan waktu yang karakteristik.

Menyerupai bentuk huruf “U” ; “V” atau “W” dan tidak terkait secara terus menerus dengan kontraksi uterus.

Sering terlihat :

  • Saat inpartu dan pasien dengan
  • Ketuban pecah dini
  • Oligohidramnion

Deselerasi variabel disebabkan oleh kompresi talipusat.

Tekanan pada talipusat, pertamakali menyebabkan penutupan vena umbilikalis yang selanjutnya menyebabkan akselerasi ( bahu dari deselerasi) . Selanjutnya diikuti dengan oklusi arteri umbilikalis yang terlihat dengan penurunan frekuensi DJJ secara tajam.

Akhirnya , fase rekoveri terjadi akibat usainya kompresi dan terjadi pemulihan ke arah nilai “baseline” secara cepat, yang dapat diikuti dengan akeselrasi dari bahu (lihat gambar 1)

Gambar 1.
 
Deselerasi variabel dengan pre dan post “akeselerasi” (bahu). Frekuensi DJJ 150 -1 60 dpm dan disertai variabilitas “beat to beat”

 

Klasifikasi deselerasi variabel dibuat berdasarkan kedalaman dan durasi nya:

  • RINGAN : kedalaman > 80 dpm dan durasi < 30 detik
  • SEDANG : kedalaman 70 – 80 dpm dan durasi 30 – 60 detik
  • BERAT : Kedalaman < 70 dpm dan durasi > 60 detik

Deselerasi Variabel umumnya diikuti dengan outcome yang baik, akan tetapi pola deselerasi variabel yang konstan dapat menyebabkan asidosis dan gawat janin.

Daftar pada tabel  1 memuat tanda-tanda yang terkait dengan deselerasi variabel  yang mengindikasikan terjadinya hipoksiemia (gambar 2 dan 3)

TABLE 7
Signs of Nonreassuring Variable Decelerations that Indicate Hypoxemia


Increased severity of the deceleration
Late onset and gradual return phase
Loss of “shoulders” on FHR recording
A blunt acceleration or “overshoot” after severe deceleration26 (Figure 9)
Unexplained tachycardia
Saltatory variability
Late decelerations or late return to baseline (Figure 10)
Decreased variability

FHR = fetal heart rate.

Deselerasi variabel yang berbahaya disertai dengan hilangnya variabilitas “beat to beat” sangat berkorelasi dengan asidosis janin dan merupakan pola yang berbahaya.

Gambar 2:
Deselerasi variabel dengan “overshoot”, namun masih terlihat adanya variabilitas.

Gambar 3:
 
Deselerasi lambat yang terkait dengan kontraksi bigeminal. Masih terdapat variabilitas “beat to beat”.

 

Perhatikan bahwa pola kontraksi yang berkepanjangan dengan tonus intrauterin yang meningkat diantara dua puncak kontraksi adalah hiperstimulasi dan menyebabkan gangguan sirkulasi uteroplasenta.

Penatalaksanaan harus mengikutsertakan penatalaksanaan hiperstimulasi uteris.

Pola deselerasi dapat ditafsirkan sebagai deselerasi variabel dengan keterlambatan pemulih ke nilai “baseline” atas dasar terjadinya deselerasi dini   dan adanya akselerasi sebelum deselerasi. Namun demikian, deselerasi lambat dan deselerasi variabel dengan keterlambatan pemulihan memberikan arti klinik yang serupa dan merupakan pola yang berbahaya. Keadaan ini terjadi akibat kompresi talipusat dan insufiensi uteroplasenta

 

 

About Bambang Widjanarko

Obstetrician and Gynecologist ; Staf pengajar di Fakultas Kedokteran & Kesehatan UMJ ; Kepala Departemen Obstetri Ginekologi FKK UMJ ; Ahli Kebidanan & Ilmu Penyakit Kandungan di RS Islam Jakarta Utara.

Posted on 30/04/2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: