HIPEREMESIS GRAVIDARUM

HYPEREMESIS GARVIDARUM : morning sickness”  berat sehingga mengganggu asupan makanan dan minuman pada kehamilan.[1]

Hiperemesis adalah komplikasi kehamilan yang jarang terjadi, namun oleh karena keluhan mual dan muntah dalam kehamilan sering terjadi secara berkelanjutan maka sulit dinbedakan antara morning sickness yang umum terjadi selama kehamilan dengan hiperemesis gravidarum

Angka kejadian hiperemesis gravidarum diperkirakan sekitar 0.3 – 2% . [2]

ETIMOLOGI

HG berasal dari bahasa Greek, dimana hyper – berarti berlebihan dan emesis berarti muntah , dan bahasa Latin , gravida , berarti hamil. Dengan demikian maka HG adalah “ muntah yang berlebihan selama kehamilan”

ETIOLOGI

  1. HG sering berkaitan dengan kadar hCGhuman chorionic gonadotrophin [3]  yang tinggi seperti pada kehamilan kembar dan  penyakit trofoblas gestaional . Teori tersebut juga mendukung kenyataan bahwa kejadian HG terutama terjadi pada masa trimester pertama ( minggu ke 8 – 12) dimana kadar hCG saat itu paling tinggi dan setelah itu menurun
  2. Estrogen menyebabkan keluhan mual dan muntah serta regurgitasi asam lambung [4]
  3. Leptin diduga juga berperan dalam HG[5] .
  4. Faktor genetik [6]
  5. Faktor yang memperberat : [7]
  • Lapar
  • Lesu
  • Vitamin prenatal (mengandung banyak zat besi)
  • Bau menyengat
  • Dieet.

GEJALA

Bila HG berlangsung terus menerus tanpa terapi maka akan terjadi :

  1. Penurunan berat badan sebesar 5%
  2. Dehidrasi, menyebabkan ketosis, dan sembelit
  3. Defisiensi nutrisi
  4. Gangguan keseimbangan metabolik
  5. Perubahan sensasi perasa
  6. Makanan tersimpan dalam lambung lebih lama
  7. Stres fisik dan emosional
  8. Perdarahan subkonjungtiva
  9. Gangguan aktivitas keseharian
  10. Halusinasi

Beberapa wanita bahkan sampai mengalami penurunan sepertiga berat badan. Sejumlah penderita HG sangat sensitif terhadap bau menyengat. Keadaan ini dinamakan hyperolfaksi,  Ptialisme, atau hypersalivation.

KOMPLIKASI

UNTUK IBU HAMIL

Tanpa pengobatan yang sempurna, HG dapat menyebabkan :

  1. Gagal Ginjal
  2. Central pontine myelinolysis
  3. Gangguan pembekuan darah
  4. Syndroma Mallory-Weiss
  5. Hiypoglikemia
  6. Ikterus
  7. Malnutrisi
  8. Wernicke’s encephalopathy,
  9. Pneumomediastinum,
  10. Rhabdomyolysis
  11. Vasospasme arteri cerebral
  12. Depresi
  13. Kematian (Charlotte Bronté adalah korban kematian akibat HG) [8]

UNTUK JANIN

Ibu hamil dengan HG dan kenaikan berat badan selama kehamilan kurang dari 7 kg cenderung akan melahirkan neonatus yang :

  1. Berat Badan Lahir Rendah
  2. Kecil Masa Kehamilan
  3. Lahir preterm (kurang dari 37 minggu)

Ibu hamil dengan HG , namun kenaikan berat badan selama kehamilan lebih dari 7 kg akan me;ahirkan neonatus normal. [9]

DIAGNOSIS

Ibu hamil dengan HG seringkali mengalami dehidrasi dan kehilangan berat badan meskipun asupan makanan diusahakan untuk ditingkatkan.

Demam, nyeri abdomen atau onset mual dan muntah yang terjadi pada bulan-bulan kehamilan lanjut mengindikasikan adanya kelainan lain seperti : apendisitis, gangguan kandung empedu, gastritis, hepatitis, atau infeksi.[10]

TERAPI

  • Hospitalisasi
  • Emergensi
  • Antiemetik
  • Rehidrasi intravena
  • ginger
  • (dukungan nutrisi parenteral)
  • Rehidrasi
  • Cairan elektrolit ( Ringer lactate)
  • Thiamin (vit B1) untuk menurunkan resiko terjadinya Wernicke’s encephalopathy.[14]
  • Monitoring kadar serum elektrolit terutama Na dan Kalium

REHIDRASI INTRAVENA

Setelah rehidrasi, diberikan makan sedikit dan sering dengan makanan lunak dan cair

TERAPI MEDIKAMENTOSA

DUKUNGAN NUTRISI

Pasien yang tidak memberi respon terhadap rehidrasi intravena dan medikamentosa memerlukan dukungan nutrisional. Pasien memerlukan nutrisi parenteral (nutrisi intravena melalui PICC line ) atau nutrisi enteral (melalui  nasogastric tube atau tabung nasojejunum)

DUKUNGAN

Untuk membatasi komplikasi HG, ibu hamil memerlukan perwatan dini dan agresif . mengingat bahwa depresi adalah faktor yang tak dapat dikesampingkan pada kasus HG maka diperlukan dukungan dan konseling emosional.

Rujukan

  1. ^ Hyperemesis Education & Research Foundation Understanding Hyperemesis: Overview
  2. ^ Eliakim, R., Abulafia, O., & Sherer, D. M. (2000). “Hyperemesis gravidarum: A current review”. American Journal of Perinatology 17 (4): 207–218. doi:10.1055/s-2000-9424. PMID 11041443.
  3. ^ Hershman JM (June 2004). “Physiological and pathological aspects of the effect of human chorionic gonadotropin on the thyroid”. Best Pract. Res. Clin. Endocrinol. Metab. 18 (2): 249–65. doi:10.1016/j.beem.2004.03.010. PMID 15157839.
  4. ^ Carlson, Karen J., MD; Eisenstat, Stephanie J., MD; Ziporyn, Terra, PhD (2004). The New Harvard Guide to Women’s Health. Harvard University Press. pp. 392–3. ISBN 0674013433.
  5. ^ Aka N, Atalay S, Sayharman S, Kiliç D, Köse G, Küçüközkan T (2006). “Leptin and leptin receptor levels in pregnant women with hyperemesis gravidarum”. The Australian & New Zealand journal of obstetrics & gynaecology 46 (4): 274–7. doi:10.1111/j.1479-828X.2006.00590.x. PMID 16866785.
  6. ^ Fejzo MS, Ingles SA, Wilson M, et al. (August 2008). “High prevalence of severe nausea and vomiting of pregnancy and hyperemesis gravidarum among relatives of affected individuals”. European journal of obstetrics, gynecology, and reproductive biology 141 (1): 13. doi:10.1016/j.ejogrb.2008.07.003. . PMID 18752885.
  7. ^ Carlson, Karen J., MD; Eisenstat, Stephanie J., MD; Ziporyn, Terra, PhD (2004). The New Harvard Guide to Women’s Health. Harvard University Press. pp. 392–3. ISBN 0674013433.
  8. ^ Medscape
  9. ^ Dodds L, Fell DB, Joseph KS, Allen VM, Butler B. (2006). “Outcomes of pregnancies complicated by hyperemesis gravidarum.”. Obstet Gynecol. 2006 Feb;107(2 Pt 1):285-92. 107 (2 Pt 1): 285–92. doi:10.1097/01.AOG.0000195060.22832.cd. PMID 16449113.
  10. ^ a b “eMedicine – Pregnancy, Hyperemesis Gravidarum – Diagnosis and Differentials : Article by Susan Renee Wilcox, MD”. Archived from the original on 2008-02-08. Retrieved 2008-02-02.
  11. ^ Carlson, Karen J., MD; Eisenstat, Stephanie J., MD; Ziporyn, Terra, PhD (2004). The New Harvard Guide to Women’s Health. Harvard University Press. pp. 392–3. ISBN 0674013433.
  12. ^ Carlson, Karen J., MD; Eisenstat, Stephanie J., MD; Ziporyn, Terra, PhD (2004). The New Harvard Guide to Women’s Health. Harvard University Press. pp. 392–3. ISBN 0674013433.
  13. ^ Carlson, Karen J., MD; Eisenstat, Stephanie J., MD; Ziporyn, Terra, PhD (2004). The New Harvard Guide to Women’s Health. Harvard University Press. pp. 392–3. ISBN 0674013433.
  14. ^ British National Formulary (March 2003). “4.6 Drugs used in nausea and vertigo – Vomiting of pregnancy”. BNF (45 ed.).
  15. ^ Carlson, Karen J., MD; Eisenstat, Stephanie J., MD; Ziporyn, Terra, PhD (2004). The New Harvard Guide to Women’s Health. Harvard University Press. pp. 393. ISBN 0674013433.
  16. ^ http://www.cannabis-med.org/data/pdf/2002-03-04-4.pdf
  17. ^ http://ajph.aphapublications.org/cgi/content/abstract/73/10/1161
  18. ^ http://aje.oxfordjournals.org/content/124/6/986.short

About Bambang Widjanarko

Obstetrician and Gynecologist ; Staf pengajar di Fakultas Kedokteran & Kesehatan UMJ ; Kepala Departemen Obstetri Ginekologi FKK UMJ ; Ahli Kebidanan & Ilmu Penyakit Kandungan di RS Islam Jakarta Utara.

Posted on 29/04/2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: