KORIOAMNIONITIS

KORIOAMNIONITIS

Kasus :

  • Ny. Melinda usia 31 tahun , G2P1001 usia kehamilan 36 minggu datang dengan keluhan nyeri abdomen sejak dua hari yang lalu.
  • Suhu tubuh 380C
  • Tidak ada keluhan miksi
  • Riwayat kehamilan sekarang tidak bermasalah,demikian pula dengan riwayat kehamilan dan persalinan yang lalu.
  • Tidak ada riwayat medis atau pembedahan yang signifikan
  • Palpasi uterus tegang dan nyeri lepas ringan
  • Dilatasi servik 2 cm, pendataran 25% dan bagian terendah janin kepala pada stasion -2
  • Terdapat bau tak sedap dari vagina pasien dan pada pemeriksaan inspekulo terlihat cairan purulen mengalir keluar dari servik.
  • Dugaan diagnosa Batu Ginjal atau Pielonefritis sehingga dilakukan pemeriksaan urine “mid stream” namun hasilnya normal
  • Jumlah leukosit 13.500 sel/uL

Persalinan yang disertai dengan demam dan disertai gejala  atau keluhan korioamnionitis lain dapat berdampak buruh terhadap neonatus. Harus dilakukan tindakan untuk menyingkirkan kemungkan terjadinya “early-onset” neonatal sepsis.  EOSearly onset sepsis adalah sepsis pada neonatus  yang terjadi dalam waktu kurang dari 72 jam dengan angka mortalitas neonatal yang amat tinggi. Terdapat kaitan erat antara kematian pada bayi sangat prematur dengan korioamnionitis.

Evaluasi klinik terhadap EOS dimulai sejak tahun 1970an dimana infeksi GBSgrup beta streptococcus menyebabkan separuh angka kematian neonatus. Setelah pengamatan yang berlangsung selama 35 tahun, maka dilakukan pemberian antibiotika pencegahan intrapartum untuk  menurunkan resiko infeksi GBS pada neonatus.

Pada korioamnionitis, masalahnya adalah apakah neonatus berhadapan dengan resiko infeksi yang terlokalisir (misalnya bacterial pneumonia, meningitis) atau infeksi sistemik (misalnya bacteremia)

Selain GBS, bakteri lain yang predominan pada korioamnitis adalah bakteri gram negatif terutama Escherecia coli

Infeksi nosokomial di bangsal perawatan maternitas seringkali disebabkan oleh “methicilline resistant” Staphylococcus aureus (MRSA).

PATOFISIOLOGI:

Kolonisasi bakter abnormal pada kolon bagian distal dapat menyebabkan perubahan lingkungan mikrobial vagina dan servik. GBS dan berbagai bakteri lain yang berada dalam vagina dan atau servik akan menyebabkan penjalaran infeksi keatas melalui selaput ketuban baik yang masih utuh atau sudah pecahdan mengawali terjadinya infeksi cairan ketuban dan atau korioamniontis.

Infeksi traktus urinarius selama kehamilan dapat memenuhi vagina dengan bakteri patogen sehingga meningkatkan resiko terjadinya sepsis neonatus, hal ini terjadi pada bakteriuria asimptomatik yang tidak mendapatkan terapi.

FAKTOR RESIKO :

  1. Kehamilan remaja
  2. Merokok
  3. Alkohol
  4. Anemia
  5. Pengangguran
  6. Infeksi traktus urinarius
  7. Vaginosis bakterial

GAMBARAN KLINIK

  1. Demam intrapartum (suhu ≥ 37.80C)
  2. Takikardia maternal ( > 120 dpm)
  3. Takikardia janin (>160 -180 dpm)
  4. Cairan ketuban aau cairan vagina keruh dan berbau
  5. Uterus tegang
  6. Leukositosis ( > 15.000 – 18.000 sel/µL)

PEMERIKSAAN LABORATORIUM :

  • Pada periode intrapartum, diagnosa korioamnionitis didasarkan pada kriteria klinik.
  • “silent” korioamnionitis adalah etiologi penting dari persalinan prematur.
  • Pemeriksaan cairan amnion dan sekret urogenital : (Cairan amnion diperoleh melalui amniosentesis )
  • Leukosit
  • Pengecatan GRAM
  • Kadar glukosa
  • Endotoksin
  • Laktoferin
  • Kadar sitokin (misal interleukin – IL 6 dan 8, TNF – tumor necrotizing factor)
  • PCR polimerase chain reaction untuk identifikasi virus HIV – human imunnodeficiency virus , cytomegalovirus, herpes simplex. Parvovirus, toksoplasmosis
  • Pemeriksaan spesimen rectovagina
  • Pemeriksaan darah lengkap dan protein C-reactivel

About Bambang Widjanarko

Obstetrician and Gynecologist ; Staf pengajar di Fakultas Kedokteran & Kesehatan UMJ ; Kepala Departemen Obstetri Ginekologi FKK UMJ ; Ahli Kebidanan & Ilmu Penyakit Kandungan di RS Islam Jakarta Utara.

Posted on 25/04/2012, in Infeksi, OBSTETRI, Peradangan, Visite Pagi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: